:

MMA 2026 Dorong Teknologi Digital yang Menjawab Kebutuhan Nyata Konsumen Indonesia | SAPA PAGI

4 hari lalu

KOMPAS.TV – Pesatnya perkembangan pasar digital dan pemanfaatan teknologi di Indonesia dinilai perlu diimbangi dengan upaya membangun kepercayaan konsumen secara transparan. Inovasi teknologi tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Dalam sebuah forum yang diselenggarakan MMA, dibahas perkembangan format iklan berbasis video dan social commerce yang kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Di tengah pesatnya adopsi teknologi tersebut, pelaku industri didorong untuk menghadirkan inovasi yang memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi konsumen.

CEO MMA Asia Pasifik, Rohit Dadwal, menegaskan bahwa inovasi hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi apabila pelaku industri mampu menjembatani kebutuhan pasar dengan kepercayaan konsumen. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kebutuhan manusia dan menghadirkan solusi yang relevan sehingga mampu membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen.

Rohit Dadwal juga menambahkan, tanpa adanya aspek kepercayaan, investasi pada teknologi berkecepatan tinggi dinilai tidak akan memberikan manfaat yang optimal.

#Digital #Teknologi #PasarDigital #SocialCommerce #MMA

Baca Juga Dalam Rangka Digitalisasi Pelabuhan, INKOP-TKBM Luncurkan Aplikasi Dermaga | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/680746/dalam-rangka-digitalisasi-pelabuhan-inkop-tkbm-luncurkan-aplikasi-dermaga-sapa-pagi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/680919/mma-2026-dorong-teknologi-digital-yang-menjawab-kebutuhan-nyata-konsumen-indonesia-sapa-pagi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke