Seorang prajurit TNI dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan gudang penyimpanan amunisi di Madiun, Jawa Timur. Selain itu, empat lainnya mengalami luka berat, serta dua personel luka ringan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan insiden itu terjadi saat personel melakukan pemeriksaan dan perawatan material amunisi.
Donny menuturkan, sesaat setelah kejadian para korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus secara prosedural dan berjenjang.
Saat ini, TNI AD telah mengambil langkah-langkah penanganan awal dengan memberikan perhatian dan pendampingan terhadap korban, berkoordinasi dengan rumah sakit, serta membentuk tim investigasi.