Perang terbaru antara Amerika Serikat dan Iran kembali memunculkan persoalan besar bagi Washington. Serangan udara yang terus dilakukan sejak konflik kembali memanas membuat stok amunisi strategis militer AS terkuras, sementara negara-negara Teluk yang menjadi sekutu justru ikut menanggung ancaman serangan rudal dan drone Iran.
Situasi ini memperlihatkan dua "tumbal" yang muncul dari keputusan Presiden Donald Trump memperluas konflik di Timur Tengah. Di saat tekanan terhadap Iran belum menghasilkan hasil yang diinginkan, Washington mulai mengalihkan sorotan kepada China.
AS menuding Beijing memasok teknologi satelit dan barang berteknologi ganda yang memperkuat kemampuan militer Iran dan Houthi. Namun China membantah keras tuduhan tersebut dan justru menyebut Amerika Serikat sebagai pihak yang menciptakan konflik baru serta mendorong kawasan Timur Tengah menuju situasi yang semakin berbahaya.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah Narator: Nabilah Safirah Video Editor: Fathir Rohman Produser: Marvel Dalty