Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengkritik kegiatan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang seringkali dilakukan di hotel-hotel mewah. Kritik pedas itu disampaikan Rieke dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XIII DPR bersama Kepala BPIP, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan ideologi Pancasila, semestinya dapat dilakukan di institusi sekolah atau perguruan tinggi. Rieke menilai kegiatan semacam itu tidak sepatutnya dilakukan di hotel mewah.
"Saya merasa, ngumpulin orang, di hotel mewah, 100-200 orang, lalu dibagi transport. Itu menurut kami, itu kurang Pancasila. Bukan itu ukuran Pancasila!," ujar Rieke.
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI-P itu juga menyoroti porsi penggunaan anggaran BPIP yang dinilainya tidak sejalan dengan mandat kelembagaan. Salah satu yang ditekankan Rieke adalah penggunaan belanja birokrasi yang sangat besar dan timpang, dibandingkan untuk progtam pembinaan ideologi Pancasila.
Rieke memerinci dari pagu anggaran sebesar Rp 141,069 miliar, sebanyak Rp 131,069 miliar atau sekitar 92 persennya, dialokasikan untuk belanja pegawai dan operasional kantor.
"Sementara, program pembinaan ideologi Pancasila hanya mendapat Rp 10 miliar, atau sekitar 7,1 persen dari seluruh yang dialokasi. Dan keseluruhannya (anggaran) dialokasikan untuk kegiatan Paskibraka," jelas Rieke.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Vina Muthi Ambarwati
Video Editor: Destri Abdi Saputro
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
#Politik #Parlemen #DPR #RiekeDiahPitaloka #Pancasila #BPIP #PembinaanIdeologiPancasila #AnggaranNegara