Amerika Serikat disebut menghadapi dilema besar dalam upaya membuka Selat Hormuz yang kini menjadi salah satu titik paling panas di Timur Tengah.
Berdasarkan laporan Wall Street Journal dan analisis Al Jazeera, Washington memiliki tiga opsi utama, yakni melanjutkan serangan udara besar-besaran, mengawal kapal tanker menggunakan kapal perang, atau mengerahkan pasukan darat untuk merebut pulau-pulau strategis di sekitar selat.
Namun, para analis seperti Andreas Krieg dari King's College London dan Nader Hashemi dari Georgetown University menilai seluruh opsi tersebut memiliki risiko yang sangat besar. Iran dinilai masih mampu menyerang menggunakan rudal, drone, dan pasukan bergerak dari daratan, sehingga operasi militer AS justru berpotensi berubah menjadi perang berkepanjangan dengan biaya politik, ekonomi, dan militer yang jauh lebih besar bagi Washington.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Nabilah Safirah
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #SelatHormuz #Iran #TrumpIran
Music: Mission to Mars - Audio Hertz