Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IX DPR RI pada Kamis (16/7/2026), perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, Annette Mau, melontarkan kritik keras terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menilai program tersebut sangat seksis dan menghina perempuan serta ilmu pengetahuan karena porsi pengambilan keputusannya tidak melibatkan suara ibu, yang sejatinya paling memahami kebutuhan gizi dan manajemen anggaran makan keluarga. Annette menyoroti ketimpangan realisasi anggaran per porsi dengan kemampuan riil para ibu dalam mengelola dana terbatas, sembari menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) tidak memperbaiki implementasi buruk program tersebut di lapangan.
Selain masalah teknis anggaran dan pengambilan kebijakan, Annette juga menyoroti dampak sosial negatif dari program MBG, termasuk fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang secara langsung merugikan orang tua, khususnya ibu bekerja. Ia mengingatkan pemerintah bahwa masih banyak persoalan substansial terkait stunting yang jauh lebih mendesak untuk diselesaikan daripada sekadar melanjutkan program yang dinilainya tidak efektif tersebut.
Annette mendesak negara untuk lebih peka dalam memprioritaskan isu-isu kesejahteraan keluarga yang lebih krusial dan memiliki dampak nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#politik #pemerintah ##kompascomlab #MBG #MBGWatch #BGN