SIAK, KOMPAS.TV - Polisi masih menyelidiki kasus kematian seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Kabupaten Siak, Riau.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak telah memeriksa lima saksi, di antaranya petugas keamanan, sopir, pegawai rumah sakit yang menemukan jenazah, serta rekan dan pembimbing korban di RSUD Tengku Rafian Siak.
Berdasarkan hasil autopsi, ditemukan luka berbentuk titik, pembengkakan pada tangan kiri, serta memar di bagian kepala akibat kekerasan tumpul. Sementara itu, sejumlah luka pada leher, dada, perut, punggung, dan lengan diduga terjadi setelah korban meninggal dunia.
Meski demikian, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan histopatologi dan toksikologi forensik untuk melengkapi proses penyelidikan.
Sebelumnya, seorang dokter residen yang sedang menempuh pendidikan spesialis ditemukan meninggal dunia di semak belukar di samping RSUD Tengku Rafian, tempatnya bekerja, di Kabupaten Siak, Riau.
Istri korban menangis histeris saat mengetahui suaminya, dokter residen yang sedang menempuh pendidikan spesialis anestesi, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
Satreskrim Polres Siak langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti dan barang-barang milik korban yang ditemukan di lokasi.
Penemuan jasad korban sempat menggegerkan warga. Sejumlah warga berdatangan ke lokasi untuk melihat kejadian tersebut. Polisi kemudian memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan.
Baca Juga Kasus Ledakan Bom Rakitan di Sekolah, Polisi Pastikan Tak Terkait Jaringan Terorisme | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/680749/kasus-ledakan-bom-rakitan-di-sekolah-polisi-pastikan-tak-terkait-jaringan-terorisme-kompas-siang
#doktertewas #ppds #dokterresiden #jasad
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/680754/misteri-kematian-dokter-ppds-di-semak-belukar-otopsi-ungkap-luka-di-kepala-dan-tangan