KOMPAS.TV - Militer Iran merilis serangan rudal yang diluncurkan ke pangkalan AS di negara sekutunya di kawasan Teluk Persia, usai Presiden AS, Donald Trump kembali mengaktifkan blokade maritim terhadap pelabuhan Iran.
Iran menentang upaya campur tangan Amerika di Selat Hormuz dengan serangan ke sekutu AS.
Pertempuran kembali pecah di kawasan dan mengancam ekonomi global, lantaran tersumbatnya jalur energi global.
Konflik baku tembak kini berfokus di Selat Hormuz. Iran secara efektif menutup jalur selama perang dengan menyerang dan mengancam kapal-kapal kargo.
Serangan beruntun Iran dikomandoi Korps Garda Revolusi Islam dengan mengerahkan serangan rudal dalam gelombang ketiga Operasi Nasr-2.
Serangan menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.
Operasi ini disebut sebagai respons langsung atas serangan militer AS yang menghantam beberapa pos angkatan bersenjata Iran di pesisir pada Selasa sore.
Iran menghantam Bahrain dengan serangan yang intens. Ini salah satu visual rentetan rudal yang ditembakkan Iran ke pangkalan militer AS di Bahrain.
Mengutip Associated Press, serangan terjadi pada 14 Juli 2026. Sementara Bahrain juga melakukan upaya menghalau rudal Iran.
Kemarahan Iran atas Amerika juga dilampiaskan ke pangkalan militer Amerika di sejumlah negara sekutu, di antaranya Kuwait hingga Jordania.
Eskalasi perang Iran dengan Amerika meningkat usai provokasi Presiden AS Donald Trump yang menyatakan akan menguasai Selat Hormuz.
Sengitnya baku tembak AS-Iran memantik Israel turut campur dan mengancam Iran akan menyerang lebih keras.
Selengkapnya kita bahas bersama Dosen International Institute for Islamic Studies, Qasem Muhammadi dan Aisha Kusumasomantri, Peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence.
Baca Juga AS Berlakukan Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/680480/as-berlakukan-blokade-kapal-yang-keluar-masuk-pelabuhan-iran-sapa-malam
#iran #amerika #israel
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/680679/full-analisis-peneliti-soal-eskalasi-perang-iran-vs-as-israel-ancam-ikut-serang-kompas-petang