Serangan Arab Saudi terhadap bandara Sanaa di Yaman pada Senin, 13 Juli 2026, ternyata dilakukan atas restu langsung dari Presiden AS Donald Trump setelah Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) memintanya. Langkah ini menandai pergeseran drastis sikap Riyadh yang sebelumnya cenderung berhati-hati dan enggan memfasilitasi tindakan agresif AS terhadap Iran.
Serangan tersebut ditujukan untuk menggagalkan pendaratan delegasi Iran di Yaman, yang selama ini dipandang sebagai upaya Teheran untuk terus memasok senjata dan dukungan militer kepada kelompok Houthi melalui wilayah udara yang seharusnya berada di bawah blokade koalisi pimpinan Saudi.
Tindakan ini memicu pembalasan langsung dari kelompok Houthi yang menyerang fasilitas vital di Arab Saudi, sekaligus membuka potensi ancaman baru bagi perekonomian global. Pihak Houthi memperingatkan bahwa mereka siap menutup Selat Bab el-Mandeb, sebuah jalur perdagangan energi vital dunia, sebagai respons atas agresi tersebut.
Strategi ini dinilai sebagai kartu cadangan Iran untuk memberikan tekanan lebih luas di luar Selat Hormuz, sekaligus memperluas arena konflik dari Teluk Persia menuju Laut Merah yang berisiko meningkatkan harga minyak dunia secara signifikan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi
#global #perang ##kompascomlab #ArabSaudi #Yaman #PerangArabSaudiYaman #ArabSaudiYaman #Trump #Houthi