Iran diduga menerapkan strategi sabotase berlapis demi menemukan lokasi persembunyian pasukan Amerika Serikat selama perang di kawasan Teluk. Iran disebut memanfaatkan sabotase jaringan seluler, pelacakan ponsel, hingga dukungan satelit mata-mata untuk mengidentifikasi posisi personel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Dugaan tersebut muncul dalam laporan Financial Times pada Selasa (14/7/2026) yang mengutip dokumen militer Iran, data penelitian Mobile Surveillance Monitor, serta sejumlah sumber yang mengetahui operasi tersebut.
Strategi itu disebut dipadukan dengan serangan rudal dan drone yang menyasar pangkalan militer, hotel tempat personel AS menginap, hingga fasilitas strategis di negara-negara Teluk. Selain dugaan pemanfaatan jaringan roaming dan data lokasi ponsel, Iran juga dilaporkan menggunakan satelit mata-mata buatan China untuk memantau target sebelum dan sesudah serangan, sehingga meningkatkan presisi operasi militernya sepanjang konflik berlangsung.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #Iran #PerangIran #SabotasePonselIran #PeretasanIran #SatelitChina #IRGC
Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi