Perang Iran tahap kedua sudah pecah sejak 7 Juli 2026, tapi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru secara resmi memberitahu Kongres AS bahwa pertempuran dengan Iran kembali berkobar, pada Jumat (10/7/2026).
Dilansir dari The Hill, Senin (13/7/2026), pemberitahuan perang Iran dikirim Trump lewat surat ke anggota parlemen pada Jumat (10/7/2026). Namun, surat itu dikirim, setelah AS menyerang Iran selama beberapa hari, berturut-turut, tanpa izin DPR AS.
Dalam surat dua halaman itu, Trump mengatakan, serangan AS ke Iran berlanjut pada 7 Juli 2026. Setelah Trump umumkan perang kembali berkobar, panglima tertinggi dapat memperpanjang masa tinggal selama 30 hari lagi. Namun, pengerahan pasukan yang melebihi jangka waktu itu seharusnya memerlukan persetujuan dari DPR AS.