Proksi Iran, Houthi, kembali membuka front baru konflik setelah pada Senin (14/7/2026) menembakkan rudal ke Arab Saudi sebagai balasan atas dugaan serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa.
Kelompok Ansarullah menilai aksi Riyadh telah mengakhiri masa de-eskalasi yang berlangsung sejak 2022. Di saat yang sama, Iran juga memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak lagi memberikan fasilitas bagi operasi militer Amerika Serikat, sebagaimana disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, melalui akun resminya di X.
Situasi semakin berbahaya setelah tokoh politik Ansarullah, Mohammed al-Farah, mengancam penutupan Selat Bab El Mandeb bersama Selat Hormuz apabila agresi terhadap Yaman terus berlanjut. Ancaman itu dinilai berpotensi mengganggu jalur perdagangan energi global dan mendorong harga minyak melonjak hingga 200 dolar AS per barel, menjadikan konflik IranAS yang kini melibatkan Houthi sebagai ancaman serius bagi stabilitas ekonomi dunia.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #Iran #Houthi #Yaman #ArabSaudi #BabElMandeb #SelatHormuz
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi