Iran kini punya banyak pilihan mengelabui radar pertahanan AS di Teluk, termasuk mengandalkan drone bunuh diri Arash-2 sebagai instrumen utama dalam kampanye udara modern yang pecah pada 9 Juli 2026.
Arash-2 memiliki spesifikasi mumpuni dengan jangkauan operasional hingga 2.000 kilometer, desain ramping yang sulit terdeteksi radar, serta kemampuan melakukan serangan presisi setelah memantau target berulang kali.
Keunggulan utama senjata ini terletak pada biaya produksinya yang jauh lebih murah dibandingkan rudal pertahanan musuh, serta kemampuan Iran untuk memproduksinya secara massal dan cepat tanpa ketergantungan pada teknologi asing.
Di tengah eskalasi konflik yang kembali memanas sejak awal Juli 2026, kapasitas produksi drone dan rudal Iran justru dilaporkan melonjak hingga tiga kali lipat. Berbagai serangan serempak yang menyasar fasilitas vital di lima negara, Qatar, Oman, Bahrain, Yordania, dan Kuwait menunjukkan kegigihan Teheran dalam menghadapi tekanan militer dan intelijen dari Amerika Serikat serta sekutunya.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Final Boss - Myuu
#global #perang ##kompascomlab #Iran #Amerika #iranvsamerika #drone #droneiran #dronearash-2