JAKARTA, KOMPAS.TV - Penyedia index global atau S&P DJI memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantau yang berpotensi downgrade dari emerging market ke frontier market.
Pengumuman ini berpotensi membuat arus modal keluar sekitar Rp3,6 triliun. Dosen SBM ITB sekaligus investor, Erman Sumirat menilai bahwa pemantauan S&P DJI ini berpengaruh terhadap psikologis pasar.
"Psikologis pasar lebih stay away from Indonesia," ujar Erman.