:

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz usai Serangan AS, Timur Tengah Panas Lagi

8 jam lalu

Iran kembali menutup Selat Hormuz usai Amerika Serikat (AS) melakukan serangan ke wilayahnya.

Gelombang serangan AS, merupakan respons atas Iran yang menyerang kapal yang tidak melalui rute yang telah disetujui di Selat Hormuz.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran perang akan kembali berkobar.

Dilansir BBC, Minggu (12/7/2026), Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melalui pernyataannya menegaskan, Selat Hormuz ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Iran juga melakukan serangan ke pangkalan AS dan sekutu-sekutunya di Timur Tengah usai serangan AS. IRGC mengatakan telah menghantam pangkalan AS di Yordania.

Sementara Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, dan Bahrain semuanya menanggapi serangan rudal dan drone dari Iran.

Hal ini terjadi setelah insiden tiga kapal tanker komersial diserang, yang memicu pertukaran serangan antara AS dan Iran.

Media pemerintah Iran mengatakan, IRGC menembakkan rudal jelajah angkatan laut ke sebuah kapal yang mencoba berlayar melalui rute yang tak disetujui.

Menurut kantor berita Iran, kapal tersebut terkena tembakan peringatan dan akhirnya berhenti, setelah sebelumnya mengabaikan instruksi berulang kali.

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke