KOMPAS.TV – Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang serangan terhadap target-target di Iran pada Minggu waktu setempat. Rekaman yang dirilis Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memperlihatkan jet tempur lepas landas dari kapal induk, peluncuran rudal, hingga ledakan yang menghantam target dan infrastruktur yang diduga milik Iran.
CENTCOM menyatakan telah menyerang puluhan target dan mengklaim operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang kapal internasional yang melintasi Selat Hormuz. Militer Amerika Serikat juga menyatakan pasukannya disiagakan guna memastikan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial tetap terjaga.
Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Qatar menyatakan sistem pertahanan udara negaranya berhasil mencegat rudal Iran di langit Doha. Otoritas Qatar mengonfirmasi tiga orang terluka, termasuk anak-anak, akibat pecahan proyektil yang jatuh. Pemerintah Qatar juga menyatakan aparat keamanan dan tim pertahanan sipil telah menjalankan rencana respons sesuai prosedur yang berlaku.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan sebuah kapal di Selat Hormuz terkena tembakan peringatan karena berlayar melalui jalur yang tidak diizinkan. IRGC juga mengklaim kapal tersebut membahayakan keamanan maritim dengan mematikan sistem yang dimilikinya sehingga dihentikan setelah tembakan peringatan.
Dalam siaran televisi Iran, disampaikan pernyataan bahwa Selat Hormuz ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan tidak ada kapal yang diizinkan melintas selama intervensi Amerika Serikat di kawasan masih berlangsung. Isu Selat Hormuz kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
#AmerikaSerikat #Iran #CENTCOM #IRGC #SelatHormuz #Qatar
Baca Juga Febrie Adriansyah Segera Ditahan? Mahfud Pertanyakan Kehadiran Tersangka ke Publik di https://www.kompas.tv/nasional/680297/febrie-adriansyah-segera-ditahan-mahfud-pertanyakan-kehadiran-tersangka-ke-publik
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/680309/pakar-analis-senior-dan-dosen-ilmu-politik-bahas-dampak-perang-amerika-serikat-dan-iran-sapa-malam