:

Kronologi dan Isi Pesan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, MPLS Dibubarkan

12 jam lalu

Subekhi, Guru kelas V SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menjelaskan awal mula teror bom diterima pihak sekolah.

Teror bom yang diterima berawal ketika guru dan staf tata usaha (TU) menerima pesan berupa ancaman lewat aplikasi Whatsapp.

Ancaman bom ini diterima guru saat sekolah sedang melaksanakan upacara bendera, Senin (13/7/2026). Akibatnya, kegiatan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) itu terpaksa dibubarkan.

Subekhi menuturkan, setelah salah satu guru meneima pesan ancaman teror bom itu, para guru pun segera bergerak cepat mengondisikan situasi sekolah sembari melapor ke ketua RT dan kepolisian.

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke