KOMPAS.TV – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan selesainya gelombang serangan udara terbaru yang menargetkan puluhan fasilitas militer strategis milik Iran. Dalam rilis resmi militer Amerika Serikat, operasi ofensif tersebut disebut dilaksanakan atas arahan langsung Presiden Donald Trump sebagai langkah balasan untuk melemahkan kemampuan Teheran yang dinilai terus mengancam kapal sipil dan komersial di jalur perdagangan internasional strategis.
Serangan presisi Amerika Serikat difokuskan pada infrastruktur pertahanan pantai, instalasi radar, situs penyimpanan rudal, serta pos-pos komando komunikasi taktis militer Iran. Serangkaian ledakan dilaporkan mengguncang wilayah pesisir selatan Iran, termasuk Dermaga Sirik, Pulau Qeshm, dan Kota Pelabuhan Bandar Abbas.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merilis serangan terbaru terhadap pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di negara sekutu. Juru bicara Angkatan Darat IRGC menyatakan serangan balasan dilakukan setelah Amerika Serikat berulang kali melancarkan serangan yang disebut ilegal terhadap Iran. Serangan rudal dan drone Iran dilaporkan menyasar tempat perlindungan dan hanggar pendukung Angkatan Darat Amerika Serikat di Kuwait.
Sementara itu, Angkatan Udara Iran meluncurkan serangan rudal yang melibatkan rudal balistik dan rudal berpemandu presisi. Media Iran, Tasnim News, melaporkan rudal Qadr, Emad, Kheybar Shenas, Fateh-110, hingga Zulfikar dikerahkan dalam serangan tersebut. Media Iran, Press TV, juga melaporkan dampak serangan sebelumnya di Bahrain, termasuk asap yang membumbung dari Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat.
#AmerikaSerikat #Iran #CENTCOM #IRGC #DonaldTrump
Baca Juga [FULL] Analisis Pakar Strategi PPAU soal Eskalasi Perang AS-Iran Usai Pemakaman Ali Khamenei di https://www.kompas.tv/internasional/679841/full-analisis-pakar-strategi-ppau-soal-eskalasi-perang-as-iran-usai-pemakaman-ali-khamenei
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/680293/dinna-prapto-bahas-serangan-baru-as-iran-dan-dampaknya-bagi-jalur-energi-dunia-kompas-petang