KOMPAS.TV - Polisi menggelar olah tempat kejadian perkara kecelakaan maut di jalur Pantura Lohbener, Indramayu, Jawa Barat. Kecelakaan maut yang melibatkan mobil pembawa keluarga rombongan pengantin dan dua truk kemarin, menewaskan 12 orang.
Dalam olah TKP kali ini, polisi menurunkan tim Traffic Accident Analysis atau TAA Polda Jawa Barat. Polisi memeriksa sejumlah titik di lokasi untuk mengetahui kronologi dan penyebab kecelakaan.
Hingga Senin siang, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus kecelakaan maut ini karena masih menunggu hasil olah TKP.
Selain menyebabkan 12 orang meninggal dunia, kecelakaan kemarin juga mengakibatkan enam korban luka-luka. Mereka masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Sembilan dari 12 korban meninggal dalam kecelakaan maut rombongan keluarga pengantin di Indramayu telah dimakamkan. Sembilan dari 12 korban meninggal berasal dari Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu. Mereka merupakan warga dari satu rukun tetangga yang sama.
Mereka dimakamkan di tiga TPU dan satu tempat pemakaman keluarga di desa setempat.
Kecelakaan maut di jalur Pantura Indramayu yang menewaskan 12 korban meninggal terjadi saat kendaraan yang ditumpangi korban akan putar balik.
Pasca terjadinya kecelakaan maut, warga berharap jalur putar balik di jalur Pantura Lohbener ini ditutup permanen.
Menurut warga, jalur putar balik di Desa Kiajaran Kulon ini kerap menimbulkan kecelakaan dan memakan korban.
#indramayu #rombonganpengantin #kecelakaan
Baca Juga Komisi III DPR Nilai Polisi Dalam Menangani Kasus Pembakaran Santri Lombok Tengah Terlambat di https://www.kompas.tv/nasional/680283/komisi-iii-dpr-nilai-polisi-dalam-menangani-kasus-pembakaran-santri-lombok-tengah-terlambat
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/680289/rombongan-pengantar-pengantin-tewas-kecelakaan-di-indramayu-12-orang-tewas-sapa-malam