MAKASSAR, KOMPAS.TV – Kekeringan yang melanda Kota Makassar semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sedikitnya 53 ribu jiwa terdampak krisis air bersih yang kini menjangkau 27 kelurahan di enam kecamatan.
Berdasarkan data BPBD, terdapat 173 titik kekeringan yang tersebar di Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala, dan Panakkukang. Kondisi tersebut dipicu musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih, terutama di kawasan yang mengandalkan air tanah.
BPBD memperkirakan sekitar 50 persen masyarakat di wilayah terdampak mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Kelompok yang paling merasakan dampaknya adalah warga yang menggunakan sumur atau air tanah sebagai satu-satunya sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPBD Kota Makassar mulai menyalurkan bantuan air bersih ke titik-titik yang terdampak kekeringan. Distribusi diprioritaskan bagi permukiman yang mengalami penurunan debit air tanah agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Menurut BPBD, wilayah yang telah terlayani jaringan PDAM hingga saat ini masih dalam kondisi relatif aman. Karena itu, penyaluran bantuan difokuskan pada kawasan yang belum memiliki akses layanan air perpipaan dan sepenuhnya bergantung pada sumur atau air tanah.
BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung serta terus memantau perkembangan cuaca sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kekeringan semakin meluas.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/680271/kekeringan-meluas-di-makassar-53-ribu-warga-terdampak-di-enam-kecamatan