Iran terus membalikkan keadaan, saat Amerika Serikat menggempur wilayah sekitar Selat Hormuz. Trump yang terus melancarkan serangan udara, masih sulit keluar dari taktik lama Iran, yakni serangan asimetris yang menargetkan pangkalan AS di Timur Tengah dan menutup Selat Hormuz.
CNN menggambarkan ketidakmampuan Trump memecah kebuntuan dari perang yang dia ciptakan, ibarat menyerupai "Tangga Penrose," sebuah ilusi visual naik turun tangga yang tidak ada jalan keluarnya dan hanya berputar di titik yang sama. Itu artinya serangan udara dan ancaman AS tidak juga mengeluarkan AS dari perang yang menyiksa negeri Paman Sam itu secara ekonomi dan geopolitik.
Alih-alih melumpuhkan lawan, pola serangan yang terus berulang tanpa rencana cadangan ini justru memicu balasan asimetris dari Iran yang semakin gencar menargetkan infrastruktur minyak dan energi di kawasan Teluk, termasuk penutupan paksa Selat Hormuz. Washington pun dinilai berada dalam jalan buntu karena hingga kini belum memiliki solusi efektif untuk melindungi situs-situs vital tersebut dari serangan Iran.
Situasi kian kritis mengingat ketergantungan pada pola perang yang sama mulai mengancam kesiapan militer Amerika Serikat sendiri akibat menipisnya stok persenjataan strategis seperti rudal THAAD, Patriot, dan Tomahawk.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi
#global #perang ##kompascomlab #Iran #ASIran #PerangIran #AS #Trump