KOMPAS.TV – Warga di Distrik Parun, Provinsi Nuristan, Afghanistan, masih mengandalkan kereta gantung sederhana untuk menyeberangi sungai berarus deras demi menjalani aktivitas sehari-hari.
Minimnya akses transportasi yang menghubungkan desa dengan layanan dasar seperti sekolah dan fasilitas kesehatan membuat masyarakat, termasuk anak-anak dan perempuan, harus mempertaruhkan keselamatan menggunakan kereta gantung yang dibangun secara swadaya dan dioperasikan secara manual.
Kondisi serupa juga masih ditemukan di berbagai wilayah terpencil Afghanistan. Keterbatasan infrastruktur memaksa warga menggunakan cara-cara tradisional yang berisiko tinggi untuk menyeberangi sungai demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.