JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat dan Iran terlibat aksi saling serang yang kemudian direspons Israel dengan menyatakan kesiapan menghadapi Iran.
Dosen Kajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia (UI) Stanislaus Riyanta menilai kondisi tersebut menunjukkan hubungan Amerika Serikat dan Israel masih sangat erat meski sebelumnya sempat muncul anggapan keduanya mengalami perbedaan kepentingan.
"Situasi di Timur Tengah saat ini adalah kompleksitasnya tinggi, yang berarti banyak sekali kepentingan dan banyak sekali aktor yang terlibat sehingga hal itu tidak mudah diurai," kata Stanislaus Riyanta dalam program Sapa Indonesia Pagi, Sabtu (11/7/2026) (1:08).