Mantan Menko Polhukam Mahfud MD secara terbuka menyebut dirinya senang saat orang-orang terdekat Presiden Prabowo Subianto bertengkar, dan saling membongkar kasus korupsi satu sama lain.
Hal itu diungkap Mahfud dalam program siniar Gaspol Kompas.com yang diunggah pada Senin (29/6/2026). Saat itu Mahfud menjawab seputar adanya indikasi orang-orang terdekat Prabowo melakukan perang politik di balik kasus-kasus hukum.
"Saya sebenarnya suka kalau dua politisi itu bertengkar. Orang dekatnya Pak Prabowo bermusuhan lalu saling bongkar korupsinya. Bagus. Kalau saya, bongkar aja. Satu bongkar satu bongkar, biar hancur. Setan ketemu setan," ungkap Mahfud.
Mahfud menilai hal itu lebih baik daripada saling melindungi kejahatan. Menurutnya persaingan internal di pemerintahan, meskipun didasari oleh kepentingan politik, dapat menjadi momentum positif bagi penegakan hukum selama kasus-kasus tersebut benar-benar diproses di pengadilan secara adil.
Dalam program siniar itu, Mahfud pun secara terbuka menyebut proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai praktik korupsi. Mahfud juga turut menyinggung fenomena 'silent brown code' di kepolisian, di mana aparat kerap melindungi rekan atau atasan yang terlibat penyelewengan.
Selain itu, ia juga menyoroti bahaya intervensi eksekutif terhadap lembaga yudikatif, seperti yang terjadi pada MK, yang ia anggap sudah berada di tahap membahayakan. Menurutnya, ketika lembaga peradilan berada di bawah kendali eksekutif melalui berbagai tekanan, maka kemurnian hukum akan rusak dan integritas negara berada dalam ancaman serius.
Silakan simak versi lengkapnya di GASPOL Kompas.com berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=SZtJhmAwwx4
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#hukum #korupsi ##kompascomlab #MahfudMD #KorupsiMBG #MBG #Korupsi