Presiden Donald Trump secara resmi menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir dan melontarkan kecaman keras terhadap Teheran, namun langkah ini segera dibalas oleh Iran dengan rentetan rudal yang memicu sirine peringatan di Kuwait dan Bahrain.
Ketegangan ini dipicu oleh kegagalan kesepakatan terkait Selat Hormuz, di mana Amerika Serikat menuduh Iran mengganggu kapal-kapal dagang internasional, sementara Iran bersikukuh bahwa tindakan tersebut merupakan hak kedaulatan mereka yang tidak bisa dinegosiasikan.
Konflik yang terus memanas ini menyoroti jurang perbedaan cara pandang yang mendalam: Trump cenderung memandang negosiasi dengan logika transaksional seorang pebisnis yang berorientasi pada kompensasi ekonomi, sementara Iran memandang kendali atas Selat Hormuz dan isu nuklir sebagai prinsip kedaulatan harga diri yang diwariskan dari Revolusi 1979.
Akibatnya, upaya diplomasi melalui nota kesepahaman terjebak dalam kebuntuan, di mana setiap upaya tekanan dari Washington justru direspons dengan eskalasi militer, membuat gencatan senjata di kawasan tersebut hanya menjadi jeda sementara di tengah ancaman konflik yang lebih luas.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi
#global #perang ##kompascomlab #iran #amerika #trump #trumpiran #iranvsas