JAKARTA, KOMPAS.TV - Polri menggeledah sejumlah lokasi terkait pengusutan tiga kasus korupsi.
Lokasi yang digeledah adalah rumah di wilayah Sentul, Bogor, Jawa Barat, serta kafe yang berada di kawasan Cipete.
Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di sebuah rumah di kawasan Bogor, Jawa Barat.
Penyidik menemukan brankas berukuran besar yang tersembunyi di balik dinding.
Dalam penggeledahan ditemukan uang tunai dalam pecahan mata uang asing, seperti dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat, serta emas batangan.
Tiga kasus korupsi yang saat ini sedang ditangani Kortas Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya adalah pengadaan batu bara yang memicu pemadaman listrik atau blackout, korupsi PT Asabri, dan penyelesaian utang PT CBS kepada anak perusahaan Krakatau Steel.
Sejumlah barang bukti yang disita dalam penggeledahan tiga kasus dugaan korupsi di kafe dan money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, tiba di Polda Metro Jaya pada pukul 10.00 WIB.
Sebelumnya, dalam penggeledahan di Restoran De Clan dan Koin Money Changer pada Rabu, penyidik menyita uang tunai sebesar Rp67 miliar serta puluhan barang bukti berupa dokumen dan perangkat elektronik.
Sementara saat penggeledahan di Perumahan Parahyangan Golf 2, Bogor, Jawa Barat, penyidik menyita barang bukti berupa 74 kilogram emas, uang tunai 4,7 juta dolar Amerika Serikat, 14 juta dolar Singapura, dan Rp100 juta sehingga total nilai sitaan mencapai Rp476 miliar.
Beberapa koper dan kardus berisi sejumlah dokumen hasil penggeledahan di Kafe De'Clan disita polisi. Di antaranya, satu koper besar dan sebuah brankas yang telah dibawa masuk ke kantor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Dengan pengawalan anggota Brimob, barang bukti dan saksi dari hasil penggeledahan Kafe De'Clan di Cipete, Jakarta Selatan, telah dibawa ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
#korupsi #poldametrojaya
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/679559/usut-3-kasus-korupsi-polisi-sita-74-kg-emas-hingga-brankas-berisi-uang-dolar-kompas-siang