Israel mulai meningkatkan kesiagaan militernya setelah Amerika Serikat kembali menyerang Iran pada Rabu malam hingga Kamis pagi 2026. Pemerintah Israel khawatir konflik dapat meluas dan menyeret mereka kembali terlibat perang. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz bahkan menggelar konsultasi keamanan, sementara IDF menyiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan operasi militer.
Di sisi lain, Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC mengklaim telah menyerang pangkalan militer Amerika di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas serangan Washington. Iran juga mengancam akan memperluas serangan jika Amerika kembali menyerang, sementara Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal dan drone.