Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Washington melancarkan gelombang serangan baru ke sejumlah wilayah Iran pada Rabu, 8 Juli 2026. Serangan ini dilakukan setelah Amerika menuduh Iran mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan menyerang kapal dagang internasional. Sementara itu, Iran menegaskan tidak akan menyerah dan menilai Amerika telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai.
Perselisihan utama kini berpusat pada perbedaan tafsir soal pengelolaan Selat Hormuz. Presiden Donald Trump bahkan mengancam akan memberikan balasan hingga 20 kali lipat jika Iran kembali menyerang. Di sisi lain, Teheran tetap menolak tekanan Washington, sehingga kekhawatiran akan pecahnya kembali perang besar di Timur Tengah semakin meningkat.