Gelombang panas ekstrem kembali melanda sejumlah negara di Eropa. Di Spanyol, suhu udara diperkirakan mencapai hingga 42 derajat Celsius, sehingga pemerintah mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan, apakah fenomena cuaca ekstrem yang terjadi di Eropa juga dapat berdampak terhadap Indonesia.
Menurut Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB University, Sonni Setiawan, sistem iklim dunia memang saling terhubung melalui mekanisme teleconnection.
Namun, pengaruh gelombang panas Eropa terhadap Indonesia tidak terjadi secara langsung. Indonesia justru berpotensi mengalami peningkatan suhu ekstrem akibat faktor lokal, seperti perubahan tata guna lahan dan fenomena urban heat island.
Lantas, mengapa gelombang panas di Eropa bisa terjadi dan langkah apa yang perlu dilakukan Indonesia untuk mengantisipasi dampak kenaikan suhu di masa depan
https://youtu.be/XrhhjQ1dKl0?si=kcUSisGVkb7f-O7-
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Inten Esti Pratiwi
Penulis Naskah: Novyana Nurmita Dewi
Narator: Novyana Nurmita Dewi
Video Editor: Maria Utari Dewi
Produser: Novyana Nurmita Dewi
#Peristiwa #Bencana ##cclabs #GelombangPanas #Indonesia
Music: Vishnu - Patrick Patrikios