China dihantam Topan Maysak yang melanda Wilayah Otonom Guangxi Zhuang di China Selatan dan Provinsi Guangdong, hingga menyebabkan hujan lebat dan banjir bandang, Selasa (7/7/2026).
Otoritas hidrologi Guangdong China mengatakan, naiknya permukaan air di sepanjang Sungai Xijiang telah memicu peringatan merah banjir, untuk bagian sungai yang mengalir melalui wilayah Fengkai di Kota Zhaoqing.
Sementara itu, pada Sabtu (4/7/2026) lalu, sekitar 77 persen kota di Guangxi telah mencatat curah hujan setara badai atau lebih tinggi. Kota-kota termasuk ibu kota regional Nanning, Guigang, Qinzhou, dan Fangchenggang mendapat lebih dari 600 milimeter curah hujan, memecahkan rekor sejarah.
"Sebanyak 1.671 personel dari 16 tim pemadam kebakaran dan penyelamatan regional serta Detasemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Mobile Nanning telah dikerahkan, bersama dengan 330 truk pemadam kebakaran dan 195 perahu penyelamat, ke Kota Hengzhou untuk melaksanakan operasi penyelamatan. Selain itu, Korps Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Mobile Guangdong telah mengerahkan 444 personel, 47 mobil pemadam kebakaran, dan 37 perahu penyelamat untuk memberikan bantuan lintas wilayah," kata Zhou Heming, wakil kepala Korps Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Guangxi.
Banjir besar akibat Topan Maysak di China tersebut telah mengancam 375.000 orang di seluruh Guangxi, sehingga memaksa 130.000 warga dievakuasi secara darurat.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Vina Muthi Ambarwati
Video Editor: Vina Muthi Ambarwati
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Music: Voices - Patrick Patrikios
#Peristiwa #Bencana #China #TopanMaysak #BanjirBandang #BanjirBandangChina #Guangdong #Badai