KOMPAS.TV - Asap masih terlihat di TPA Jatiwaringin hingga hari ini. Berdasarkan informasi di lapangan, masih terdapat titik api yang terus terbakar.
Tim gabungan BNPB, Damkar, TNI, Polri, hingga Kementerian Kehutanan terus melakukan pemadaman dan pendinginan pada titik-titik yang masih terbakar di hari kesembilan. Selain itu, titik api menyebar akibat tiupan angin dan cuaca panas.
Sebanyak tiga helikopter water bombing milik BNPB kembali dikerahkan untuk memadamkan api di TPA Jatiwaringin, Banten.
Helikopter ini digunakan untuk mengakses titik yang sulit dijangkau personel melalui jalur darat. Selain itu, tim gabungan juga terus melakukan proses pemadaman dan pendinginan pada titik api yang masih muncul.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah nasional sepanjang 2025 mencapai 25,14 juta ton. Angka ini merupakan akumulasi laporan dari 244 kabupaten dan kota kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Puluhan juta ton sampah tersebut tertampung di 517 tempat pemrosesan akhir (TPA) yang setiap harinya mengelola 35.747 ton sampah. Sementara itu, 109.023 ton sampah per hari masih belum terkelola.
Menurut data SIPSN, pada 2025 rumah tangga menjadi sumber penghasil sampah terbesar, yakni 55,79 persen dari total limbah yang berakhir di TPA. Sementara pasar menyumbang 12,36 persen, dan sektor perniagaan 7,44 persen. Sisa makanan menjadi penyumbang utama sampah di Indonesia.
Data SIPSN menunjukkan, pada 2025 sampah sisa makanan menyumbang 39,64 persen limbah yang berakhir di TPA. Sementara itu, sampah plastik mencapai 20,4 persen, dan kayu 12,9 persen. Penumpukan sampah organik seperti sisa makanan akan mengalami pembusukan tanpa oksigen atau anaerob di TPA.
Proses pembusukan dalam kondisi ini memicu mikroorganisme menghasilkan gas metana. Hal ini menjadi masalah lingkungan yang serius karena metana memiliki potensi pemanasan yang jauh lebih besar dibandingkan karbon dioksida.
Akumulasi gas tersebut juga rentan memicu kebakaran dan ledakan di TPA apabila tidak dikelola dengan baik. Setelah berlangsung lebih dari sepekan, kebakaran TPA Jatiwaringin tidak lagi dapat dipandang sebagai sekadar insiden, melainkan menjadi alarm krisis tata kelola sampah.
Pertanyaannya bukan lagi bagaimana memadamkan api, melainkan bagaimana mencegah kebakaran serupa terus berulang.
Untuk membahas persoalan ini lebih lanjut, telah hadir bersama kita Mahawan Karuniasa, pakar lingkungan dari Universitas Indonesia.
Baca Juga Bupati Purwakarta Ungkap Penanganan Kebakaran TPA Cikolotok, Asap Masih Terlihat di Sejumlah Titik di https://www.kompas.tv/regional/679450/bupati-purwakarta-ungkap-penanganan-kebakaran-tpa-cikolotok-asap-masih-terlihat-di-sejumlah-titik
#kebakarantpa #tpajatiwaringin #sampah #pengelolaansampah
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/679452/full-pakar-lingkungan-soal-fenomena-kebakaran-tpa-bentuk-kegagalan-pengelolaan-sampah