Presiden Donald Trump melontarkan sinyal positif untuk mempertimbangkan kembali penjualan jet tempur siluman F-35 ke Turkiye, sebuah langkah yang kontras dengan keputusannya enam tahun lalu saat mengeluarkan Ankara dari program tersebut akibat pembelian sistem pertahanan S-400 buatan Rusia.
Meskipun hubungan kedua negara kini tampak mencair, langkah ini membawa ironi besar karena alasan utama pelarangan sebelumnya yakni risiko kebocoran teknologi rahasia F-35 masih tetap relevan selama S-400 masih beroperasi di wilayah Turkiye.
Kekhawatiran utama Washington terletak pada potensi integrasi kedua teknologi tersebut yang dapat memungkinkan radar S-400 memetakan titik lemah pantulan radar F-35, sehingga membahayakan keunggulan taktis siluman jet Amerika Serikat. Meskipun F-35 dirancang sebagai "hantu" udara yang sulit dideteksi dan S-400 diklaim sebagai benteng darat yang mampu menjangkau hingga 400 kilometer, memiliki keduanya dalam satu genggaman dianggap dapat membocorkan rahasia pertahanan vital kepada rival strategis.
Keputusan Trump untuk mempertimbangkan kembali penjualan ini kini menjadi pertaruhan besar antara kepentingan diplomatik dan integritas keamanan teknologi militer aliansi NATO.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Fathir Rohman Produser: Marvel Dalty