NTB, KOMPAS.TV - Program penanaman mangrove di Nusa Tenggara Barat menjadi bagian dari komitmen PT Freeport Indonesia dalam mendukung restorasi ekosistem pesisir nasional.
Program ini merupakan tindak lanjut perjanjian kerja sama antara Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Kementerian Lingkungan Hidup, serta PT Freeport Indonesia pada tahun 2023.
Hingga tahun 2026, PT Freeport Indonesia telah merealisasikan penanaman mangrove seluas 666 hektare di delapan provinsi di luar Papua.
Sebanyak 484 hektare di antaranya berada di Nusa Tenggara Barat, menjadikannya lokasi rehabilitasi mangrove terbesar yang dijalankan PT Freeport Indonesia di luar Papua.
Penanaman dilaksanakan di Desa Labuhan Alas, Kabupaten Sumbawa. Dalam pelaksanaan program rehabilitasi mangrove ini menjadi bukti penguatan sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyebut dalam rehabilitasi mangrove kali ini sekitar 1,5 juta bibit mangrove jenis Rhizophora telah ditanam di NTB dengan melibatkan lebih dari 1.500 masyarakat lokal dalam kegiatan pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan.
Selain di berbagai daerah di Indonesia, PT Freeport Indonesia juga terus melakukan rehabilitasi mangrove di wilayah operasionalnya di Kabupaten Mimika, Papua.
Hingga April 2026, sekitar 5,5 juta bibit mangrove telah ditanam di area seluas 2.184 hektare.
Selain program ini mampu menciptakan lapangan kerja baru, dirinya juga mengajak seluruh kalangan untuk menggalakkan Gerakan Taubat Ekologi Nasional sebagai langkah kolektif pemulihan alam Indonesia.
Melalui program ini, PT Freeport Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim, sekaligus meningkatkan penyerapan karbon, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta menjaga kelangsungan ekosistem pesisir bagi generasi mendatang.
#freeport #mangrove #ptfreeportindonesia
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/679376/freeport-indonesia-tanam-484-hektar-mangrove-di-ntb-dukung-restorasi-ekosistem-pesisir-nasional