Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat (AS) Teheran bisa menghentikan perundingan selama Washington masih meneruskan ancaman.
Pernyataan ini disampaikan Araghchi usai Presiden AS Donald Trump meminta Iran segera mencapai kesepakatan final atau Washington akan "menyelesaikan pekerjaan" di Iran.
Araghchi menekankan, dalam nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatanani Iran dan AS, terdapat klausul perundingan dapat tidak dilanjutkan jika ada pihak yang mengeluarkan ancaman.
Hal tersebut dikatakan Aragahchi dalam unggahan di media sosial X, di tengah pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Selasa (7/7/2026).