Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I 2026 mencapai Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan realisasi defisit anggaran tersebut masih mencerminkan kondisi fiskal yang sehat dan terkendali di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
Menkeu menjelaskan, hingga akhir semester I 2026 pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN, tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Sementara itu, belanja negara terealisasi hingg Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari pagu APBN, meningkat 17,8 persen secara tahunan.