JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei bukan sekadar mengantar pemimpin negara ke peristirahatan terakhir.
Pemakaman itu menjadi momentum untuk menunjukkan diplomasi dan komunikasi Iran ke dalam dan luar negeri.
Tak sedikit rakyat Iran menangisi mendiang pemimpin mereka dan mengutuk tindakan Amerika Serikat dan Israel.
Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf menilai bahwa rakyat Iran ingin terus berperang sampai dendamnya terbalaskan.
"Pesan yang ingin ditunjukkan ketika para pelayat ini menuntut pembalasan dengan pembunuhan Presiden Amerika Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Itu membuktikan bahwa rakyat Iran masih ingin berperang," ujar Faisal, Selasa (7/7/2026).