JAKARTA, KOMPAS.TV - Pelaksanaan pelatihan calon manajer Koperasi Merah Putih menjadi perhatian publik setelah lima peserta dari program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia.
Menanggapi sorotan tersebut, Komandan Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) Puskesad Kramat Jati, Kolonel CKM dr. Sohibul Hilmi, menjelaskan pemerintah telah melakukan penyesuaian konsep pelatihan.
Menurutnya, fokus pembekalan kini tidak lagi menggunakan pendekatan pelatihan dasar militer, melainkan pembekalan bela negara dan kemampuan manajerial.
Menjawab pertanyaan mengenai latihan fisik, Sohibul menegaskan kegiatan fisik yang diberikan bersifat wajar dan disesuaikan dengan kebutuhan pembentukan karakter.
Ia menjelaskan, latihan baris-berbaris bertujuan membangun kerja sama dan komunikasi antarpeserta yang berasal dari berbagai daerah.
Sohibul juga menegaskan materi pelatihan saat ini berbeda dengan konsep pelatihan dasar militer.
Saat meninjau pelatihan di lapangan, KompasTV juga diperlihatkan mekanisme pengawasan kondisi cuaca yang diterapkan selama kegiatan berlangsung.
Menurut Sohibul, setiap latihan lapangan selalu mengacu pada alat pemantau suhu atau WBGT (Wet Bulb Globe Temperature) untuk mengurangi risiko terhadap peserta.
Ia menjelaskan, sistem tersebut menggunakan indikator bendera sebagai penanda tingkat keamanan aktivitas luar ruangan.
Pada saat peninjauan dilakukan, sebanyak 229 peserta, seluruhnya perempuan, tengah mengikuti sesi latihan kepemimpinan melalui kegiatan baris-berbaris.
Salah satu Calon Manajer Kopdes Merah Putih, Annisa Ramadhani mengaku pelatihan yang dijalaninya tidak memberatkan.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/kJtf0NVIOJE
#kopdesmerahputih #militer #tni
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/679155/usai-5-calon-manajer-meninggal-begini-evaluasi-pelatihan-koperasi-desa-kelurahan-merah-putih