Hamas pada Senin (6/7/2026) mengumumkan pembubaran pemerintahan Gaza yang dipimpin Komite Darurat sebagai persiapan penyerahan administrasi kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) yang dipimpin teknokrat Palestina, Ali Shaath. Ismail al-Thawabta selaku Kepala Kantor Media Pemerintah Hamas mengatakan seluruh pegawai negeri sipil tetap bekerja seperti biasa dan semua proses administrasi untuk transfer kewenangan telah diselesaikan.
Namun Israel meragukan langkah tersebut dan menyebutnya hanya manuver politik karena Hamas masih menolak melucuti senjata serta dinilai tetap mempertahankan pengaruh di Gaza. Dewan Perdamaian Gaza juga menegaskan bahwa penilaian akan didasarkan pada tindakan nyata, termasuk apakah seluruh senjata nantinya berada di bawah kendali pemerintahan baru sesuai rencana perdamaian dan Resolusi Dewan Keamanan PBB.