KOMPAS.TV - Hari Senin (6/7/2026), Iran memulai prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran yang tewas dalam serangan udara, pada perang awal lawan Israel dan Amerika Serikat 28 Februari lalu.
Kendaraan yang membawa peti mati Ayatollah Ali Khamenei disambut riuh pelayat yang datang melalui kerumunan.
Beberapa pelayat bahkan terlihat ingin mendekati peti mati Khamenei.
Agar pelayat tetap merasa sejuk di tengah musim panas, para petugas sampai menyemprotkan air ke kerumunan.
Rencananya peti Khamenei akan dibawa ke kota-kota seluruh Iran dan sekitarnya.
Beberapa jam sebelum proses pemakaman pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, sekelompok orang yang berduka berkumpul di jalan-jalan.
Karena pemakaman akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, ruang udara, jalan dan aktivitas sehari-hari di Teheran dihentikan untuk memberi penghormatan terakhir kepada pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Anak-anak Ali Khamenei, Mostafa, Masoud dan Meysam menghadiri pemakaman kenegaraan di Teheran.
Sementara Mojtaba Khamenei, anak Ali Khamenei yang ditunjuk sebagai pengganti sang ayah tak hadir dalam upacara.
Meski tanpa Mojtaba, kehadiran anak-anak Ali Khamenei sangat dinanti sebab mereka jarang tampil ke publik.
Pemimpin tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei belum tampil di publik sejak pengangkatannya, meski pernyataan resmi sudah disampaikan melalui rekaman yang dibacakan pembawa berita di TV Iran.
Duta Besar Republik Indonesia di Teheran, Rolliansyah Sumirat hadir dalam upacara penghormatan dalam pemakaman Ali Khamenei, Sabtu lalu.
Momentum itu dibagikan melalui akun Instagram resmi KBRI Teheran, @indonesia.in.teheran.
Dalam unggahan tersebut, Dubes Roy Sumirat hadir di Gran Mosalla di tengah warga Iran.
Baca Juga Potret Suasana Haru Pemakaman Ali Khamenei, Bendera Merah Berkibar di https://www.kompas.tv/nasional/679045/potret-suasana-haru-pemakaman-ali-khamenei-bendera-merah-berkibar
#khamenei #iran #pemakaman
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/679071/suasana-pemakaman-ali-khamenei-mojtaba-belum-terlihat-muncul-ke-publik-kompas-petang