JAKARTA, KOMPAS.TV - Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 tercatat defisit, memutus rekor 72 bulan atau enam tahun surplus secara berturut-turut.
Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan INDEF, Rizal Taufikurahman mengatakan bahwa defisit neraca perdagangan merupakan lampu kuning bagi perekonomian Indonesia.
"Selama kurun waktu enam tahun bayangkan surplus neraca dagang kita menjadi penompang stabilitas rupiah, kemudian juga cadangan devisa dan juga persepsi positif market terhadap ketahanan ekonomi kita. Tetapi ketika neraca perdagangan defisit maka pasar akan membaca bahwa tekanan dari sisi eksternal mulai meningkat," ujar Rizal, Senin (6/7/2026).