MALANG, KOMPAS.TV - Dalam kunjungannya ke Kota Malang, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau program bedah rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS. Didampingi Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, Menteri PKP melihat langsung kondisi rumah warga yang tidak layak huni dan akan mendapatkan bantuan bedah rumah.
Setelah melihat kondisi rumah warga, Menteri PKP berdialog dengan Wakil Wali Kota dan warga penerima bantuan. Dari dialog tersebut, Menteri PKP mendapatkan data masih terdapat 827 rumah tidak layak huni. Jumlah tersebut bertambah dari data sebelumnya sebanyak 674 rumah yang telah disetujui.
Berdasarkan data tersebut, pemerintah memutuskan untuk melakukan bedah rumah melalui program BSPS. Dengan program ini, Menteri Ara menargetkan pada tahun 2026 tidak ada lagi rumah tidak layak huni di Kota Malang. Kementerian PKP menargetkan seluruh pengerjaan bedah rumah dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan.
"Tadi saya dapat datanya.Sisanya dari predisen prabowo, jadi harusnya tahun ini dengan data yang ada timnya sudah siap kerja keras dan kota malang tahun ini bebas rumah tidak layak huni bagi warga yang tidak mampu." Kata Maruarar.
Menteri PKP juga menambahkan, dalam pelaksanaan program bedah rumah seluruh proses dilakukan secara transparan, termasuk proses tender pengadaan bahan bangunan.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/678777/menteri-pkp-targetkan-2026-kota-malang-bebas-rumah-tidak-layak-huni