NTT, KOMPAS.TV – Lewat goresan tinta, seorang dokter muda di Timor Tengah Utara mengungkap dugaan intimidasi yang dialaminya. Dalam sebuah surat wasiat di akhir hidupnya, Dokter Icha mengadu tindakan intimidasi beruntun yang dilakukan oknum anggota DPRD Timor Tengah Utara.
Nur Azizah, ibunda Dokter Eliza Pricila Utami Pakaenoni, tak bisa menahan air matanya saat harus mengantar jenazah putrinya ke peristirahatan terakhir.
Sebelum Dokter Icha pergi, Nur Azizah mendengar cerita pilu adanya intimidasi dari oknum anggota DPRD Timor Tengah Utara saat ia menangani pasien keracunan bisa ular.
Dukungan moral, semangat, serta nasihat yang ia dan suami berikan untuk anaknya itu tak mampu menenangkan guncangan hati Dokter Icha. Ketakutan dan tekanan yang begitu berat dirasakan oleh Dokter Icha.
Sebelum kepergiannya, Dokter Icha sempat menuliskan surat wasiat untuk keluarga.
Surat yang ditulis dengan kondisi hati terguncang, penuh tekanan, menjadi saksi bisu atas apa yang telah dialami Dokter Icha.
Keluarga akhirnya membuka isi surat terakhir Dokter Icha. Dalam goresan tinta di selembar kertas diungkapkan, Dokter Icha telah memaafkan 3 oknum anggota DPRD Timor Tengah Utara. Namun, untuk proses hukum tetap diminta berlanjut.
Demi mengungkap dugaan intimidasi yang dialami Dokter Icha, Polres Timor Tengah Utara langsung melakukan investigasi.
3 orang oknum anggota DPRD Timor Tengah Utara telah diperiksa polisi. Sejumlah barang bukti juga telah dikantongi, termasuk barang bukti dari Rumah Sakit Leona.
Salah satu anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara, Veronika Lake, yang namanya terseret dalam kasus ini, mengklarifikasi dugaan intimidasi kepada almarhum Dokter Icha.
Ia menjelaskan, saat kejadian ia diajak dua rekannya untuk menjenguk pasien yang merupakan kerabat salah satu anggota DPRD.
Menurut Veronika, ia tidak mengetahui adanya intimidasi. Saat dirinya tiba di rumah sakit, perdebatan antara dua anggota DPRD dan dokter sudah berlangsung.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/678520/keluarga-ungkap-surat-wasiat-dokter-icha-sebelum-meninggal-ini-isinya-berut