:

Disekap, Dianiaya, dan Disiksa Selama Tiga Tahun, Apa yang Membuat Korban Bertahan?

4 jam lalu

KOMPAS.TV – Kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR di Kabupaten Bandung menyita perhatian publik. Korban diduga mengalami penyiksaan dan kekerasan secara berulang selama lebih dari dua tahun oleh kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai bagaimana kekerasan dapat berlangsung begitu lama dalam sebuah hubungan. Sejumlah ahli psikologi forensik dan kriminologi menjelaskan bahwa kekerasan dalam relasi umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan diawali dengan ketimpangan kekuasaan, manipulasi, hingga pengendalian terhadap korban. Salah satu konsep yang disoroti adalah grooming, yaitu proses membangun kedekatan emosional untuk memperoleh kepercayaan korban sebelum akhirnya melakukan manipulasi, eksploitasi, maupun kekerasan.

Menurut para ahli, pelaku biasanya lebih dahulu menunjukkan perhatian dan kasih sayang sehingga korban merasa aman dan bergantung secara emosional. Setelah ketergantungan tersebut terbentuk, pelaku mulai mengendalikan kehidupan korban, membatasi hubungan dengan keluarga dan teman, hingga melakukan intimidasi, kekerasan fisik, maupun psikis. Di sisi lain, perilaku agresif juga dapat dipengaruhi oleh dorongan untuk mempertahankan kontrol, motif tertentu, serta sifat impulsif yang berkembang menjadi pola kekerasan berkepanjangan.

Para kriminolog juga menjelaskan bahwa korban sering kali bertahan karena berbagai faktor, mulai dari harapan mendapatkan kembali harta benda miliknya, ketergantungan emosional, rasa bersalah, hingga keyakinan bahwa pelaku suatu saat akan berubah. Kondisi tersebut membuat banyak korban membutuhkan waktu yang panjang sebelum berani mencari pertolongan.

Saat ini, Taufik Hidayat telah diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat untuk menjalani proses hukum. Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam hubungan tidak selalu diawali dengan kekerasan fisik. Manipulasi, pengendalian, pembatasan ruang gerak, dan ketergantungan emosional kerap menjadi tanda awal hubungan yang tidak sehat sehingga penting dikenali sejak dini untuk mencegah kekerasan yang lebih berat.

#KekerasanDalamHubungan #Bandung #PoldaJabar #Kriminologi

Baca Juga Kakak Korba Emosi Saat Saksikan Langsung Taufik Hidayat Reka Ulang Penyekapan-Penganiayaan di https://www.kompas.tv/regional/678484/kakak-korba-emosi-saat-saksikan-langsung-taufik-hidayat-reka-ulang-penyekapan-penganiayaan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/678496/disekap-dianiaya-dan-disiksa-selama-tiga-tahun-apa-yang-membuat-korban-bertahan

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke