:

Gelombang Panas "Panggang" Eropa, Mengapa Benua Biru Tidak Siap?

4 jam lalu

Gelombang panas ekstrem kembali memanggang Eropa. Lebih dari 1.300 kematian dilaporkan di berbagai negara, dengan Spanyol mencatat lebih dari 1.000 korban jiwa selama 2026. Suhu di Perancis, Inggris, Jerman, hingga Spanyol memecahkan rekor, bahkan sejumlah kota mencatat panas mendekati atau menembus di atas 40 derajat Celcius.

Di balik lonjakan korban tersebut, perhatian tertuju pada kesiapan Eropa menghadapi cuaca ekstrem yang kini datang semakin sering. Selama puluhan tahun, banyak negara di Benua Biru membangun rumah, gedung, dan infrastruktur untuk mempertahankan suhu hangat saat musim dingin, bukan menghadapi panas berkepanjangan.

Penggunaan pendingin udara juga relatif rendah dibandingkan negara lain karena pertimbangan efisiensi energi, kebijakan iklim, hingga karakter bangunan tua yang mendominasi banyak kota di Eropa. Jadi, bagaimana seharusnya Eropa merespons gelombang panas yang kini datang makin sering dan makin mematikan?

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Nabilah Safirah
Produser: Marvel Dalty

#Global #Bencana ##Kompascomlab #GelombangPanas #Eropa #Spanyol #Perancis #Inggris #PerubahanIklimEropa #PanasEkstremEropa #CuacaEkstremEropa


Music: 35.000 Feet - The Mini Vandals

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke