JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai penempatan kembali dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp281 triliun ke bank-bank Himbara dapat memperkuat likuiditas perbankan dan menjaga penyaluran kredit.
Namun, ia mengingatkan bahwa transmisi likuiditas ke sektor riil tidak terjadi secara otomatis. Menurutnya, pertumbuhan kredit masih didominasi segmen korporasi, sementara kredit UMKM belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Josua juga menegaskan bahwa dana SAL merupakan cadangan fiskal negara, sehingga penggunaannya tidak boleh dinormalisasi hanya untuk menopang likuiditas perbankan.
Ia mendorong pemerintah menetapkan indikator keberhasilan yang jelas, meningkatkan transparansi, serta memastikan kebijakan fiskal benar-benar berdampak pada sektor produktif, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/678364/full-kepala-ekonom-bank-permata-soroti-dana-sal-rp281-triliun-belum-berdampak-signifikan-ke-umkm