Anggota Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin menilai negara akan hemat lebih dari Rp1 triliun jika tidak menerapkan latihan dasar militer atau Latsarmil kepada peserta calon manajer calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan (PDIP) itu mengaku telah menghitung anggaran yang bisa dihemat jika pelatihan untuk calon manajer KDKMP dan KNMP hanya menyasar substansinya saja, yakni mengenai koperasi.
TB Hasanuddi pun mendesak agar pelatihan dasar militer bagi peserta calon manajer KDKMP dan KNMP dihentikan.
Menurutnya, Latsarmil lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.
Selain itu, Latsarmil bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih tidak sesuai dengan tujuan program yang berfokus pengelolaan koperasi.
Apalagi dari empat 45 hari pelatihan, 30 hari didominasi materi militer. Sementara sisanya atau hanya 15 hari yang digunakan untuk pelatihan materi perkoperasian.