Kementerian Pertahanan (Kemhan) menghilangkan materi teknis militer dalam pembekalan peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Langkah ini merupakan evaluasi yang dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemhan), setelah lima SPPI calon manajer KDKMP/KNMP meninggal saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (Latsarmil).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan Kemhan sebagai bagian dari panitia seleksai nasional, akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian.
Sebagai bagian dari evaluasi tersebut, format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Latsarmil tidak lagi dilaksanakan dalam bentuk sebelumnya.
Rico menjelaskan saat ini kegiatan diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial. Materi-materi kemiliteran seperti menembak, taktik regu senapan dalam pembekalan telah dihilangkan.