Penutupan Selat Hormuz ternyata tidak hanya mengguncang ekonomi global, tetapi juga mengubah peta persaingan geopolitik.
Di saat Amerika Serikat dan banyak negara menghadapi lonjakan biaya energi, China justru dinilai menjadi pihak yang paling diuntungkan berkat cadangan energi besar serta dominasi teknologi energi terbarukan.
Di sisi lain, Oman yang merupakan sekutu Amerika mulai membahas skema pungutan kapal bersama Iran di Selat Hormuz. Langkah ini memunculkan pertanyaan besar mengenai perubahan keseimbangan kekuatan di kawasan Teluk dan efektivitas tekanan Washington terhadap Teheran. Lalu, benarkah China menjadi pemenang terbesar dari krisis Selat Hormuz?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah Narator: Nabilah Safirah Video Editor: Nabilah Safirah Produser: Marvel Dalty