Di tengah gencatan senjata 60 hari, Iran secara taktis memperkuat pengaruh regionalnya melalui tiga strategi senyap yang menyudutkan Washington dan Tel Aviv. Melalui upaya diplomasi dengan Oman, Iran berupaya melegitimasi skema pungutan biaya di Selat Hormuz sebagai layanan navigasi, sementara jaringannya di berbagai negara kini berevolusi menjadi entitas yang lebih terdesentralisasi, lincah, dan mandiri secara operasional. Perubahan pola ini menjadikan mereka lebih sulit dilumpuhkan meski berada di bawah tekanan militer yang intens.
Secara politik, Iran juga memanfaatkan dinamika hubungan Amerika Serikat dan Israel untuk kepentingan nasionalnya. Tekanan terbuka dari Donald Trump terhadap Benjamin Netanyahu telah menggeser prioritas keamanan kawasan, bahkan membuka peluang bagi pencairan aset Iran yang sebelumnya dibekukan. Dengan memanfaatkan perpecahan taktis antara sekutu utama tersebut, Iran berhasil keluar dari konflik dengan posisi tawar yang jauh lebih kuat, mengubah jeda pertempuran menjadi ruang strategis untuk menata ulang peta kekuatan di Timur Tengah.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Cavalry - Aakash Gandhi
#global #perang ##kompascomlab #iran #amerika #perangiran #iranvsamerika