Gelombang panas ekstrem kini mengancam sebagian besar wilayah Amerika Serikat, dengan sekitar 120 juta warga berada di bawah peringatan panas menjelang libur Hari Kemerdekaan 4 Juli. Fenomena kubah panas (heat dome) diperkirakan mendorong suhu hingga 35-40 derajat Celsius, sementara indeks panas akibat kelembapan tinggi bisa mencapai 46 derajat Celsius.
Sejumlah kota seperti New York dan Detroit telah membuka pusat pendingin, sementara penyelenggara Piala Dunia juga menyesuaikan sejumlah kegiatan karena cuaca yang dinilai berisiko bagi pemain dan suporter. Tak hanya mengancam kesehatan, gelombang panas ini juga diperkirakan membebani jaringan listrik Amerika akibat lonjakan penggunaan pendingin ruangan dan meningkatnya kebutuhan energi dari pusat data AI.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Arini Kusuma Jati Narator: Arini Kusuma Jati Video Editor: Arini Kusuma Jati Produser: Arini Kusuma Jati